SNOW


TUD'S EDUCATION

Minggu, 20 November 2011

PENGANTAR INTERVENSI DALAM PSIKOLOGI KLINIS



A. DEFINISI INTERVENSI
·        Intervensi adalah upaya untuk mengubah perilaku, pikiran, atau perasaan seseorang (Markam, 2003).
     à   dapat dilakukan oleh profesional/ terapis bidang lain (tidak harus psikolog) à misal: iklan.
     à    Intervensi ~ support
·        Intervensi klinis merupakan suatu kegiatan yang dilakukan klinisi untuk mengubah perilaku atau keadaan sosial dengan sengaja sesuai tujuan yang dikehendaki (Nietzel, 1998).
à   Bentuk intervensi klinis: psikoterapi, rehabilitasi psikososial, & preventif.

B. BENTUK INTERVENSI KLINIS
1.   PSIKOTERAPI
Psikoterapi merupakan suatu bentuk perlakuan (treatmen) terhadap permasalahan yang sifatnya emosional, dimana seorang terapis secara sengaja membina hubungan profesional dengan klien, dengan tujuan menghilangkan, mengubah, atau memperlambat simtom untuk menghilangkan pola perilaku terganggu, serta meningkatkan perkembangan pribadi ke arah yang positif (Frank, dalam Nietzel, 1998).


2.   REHABILITASI PSIKOSOSIAL
a.   Alternatif intervensi yang berusaha memberikan informasi bagi keluarga/ pasien mengenai masalah/ gangguan yang dialami; membantu pasien memahami, mengurangi/ mencegah munculnya masalah terkait dengan situasi sosial;  atau membantu pasien menormalkan/ mengoptimalkan kembali kualitas hidup mereka terutam di lingkungan sosial.
b.   Contoh rehabilitasi psikososial:
Melatihkan coping stress pada mantan pecandu narkoba; terapi okupasi pada penderita skizofrenia residual; melatihkan pada keluarga penderita skizofrenia mengenali simtom psikotik.

3.   INTERVENSI PREVENTIF
Caplan (1964), membagi level (3) pencegahan pada masalah kesehatan mental:
a.   Pencegahan Tersier
Usaha mencegah konsekuensi jangka panjang ataupun jangka pendek dari keparahan gangguan yang dialami penderita. Rehabilitasi psikososial à salah satu contohnya.

b.   Pencegahan Sekunder
Usaha pencegahan pada kelompok individu beresiko (high risk population). Level ini akan efektif apabila: menangani faktor pengetahuan pada kelompok resiko tertinggi pada gangguan secara spesifik; penanganan pada kelompok beresiko yang paling mudah dijangkau.
Tujuan: memberikan pengetahuan kepada kelompok beresiko, screening awal, imunisasi/ vaksinasi.
Misal: pembinaan reproduksi sehat pada calon TKW, imunisasi polio pada balita.

c.   Pencegahan Primer
Usaha yang dilakukan untuk mengurangi/ membatasi laju timbulnya gangguan dengan melakukan modifikasi lingkungan atau memperkuat individu agar terhindar menjadi resiko tinggi. Subjeknya komunitas umum.
Tujuan:  Melawan faktor resiko (counteracting risk factor)
               Memperkuat faktor pengaman (reinforcing protective factor)
Misal: Konseling pra-nikah, penyuluhan anti-flu burung.
(Coie, dkk, 1993).
Lima metode dalam level pencegahan primer :
1.   Meningkatkan kelekatan yang aman & mengurangi kekerasan dalam rumah tangga.
2.   Mengajarkan keterampilan kognitif & sosial.
3.   Merubah lingkungan menjadi lebih mendukung berkembangnya perilaku adaptif.
4.   Meningkatkan keterampilan dalam mengelola stres
-      Mengurangi stressor lingkungan
-      Membantu individu mengatasi stres lebih efektif
5.   Mempromosikan pemberdayaan kelompok masyarakat, dengan membantu masyarakat mengendalikan & mengurangi resiko berkembangnya gangguan mental (perubahan sosial)
Misal: mengatasi kemiskinan, mengatasi bayi lahir dengan cacat fisik, memberikan kesempatan yang sama bagi etnis minoritas.

C. PSIKOTERAPI
·       DEFINISI
Psikoterapi (Frank, dalam Phares 1992) adalah interaksi terencana antara seseorang yang terlatih (memiliki kewenangan sosial untuk melakukan terapi) dengan klien/ penderita, dimana interaksinya berusaha meringankan penderitaan klien dengan komunikasi simbolik (kata &/ aktivitas).

Beda antara Guidance, Counseling, & Psychotherapy :
 



            Penyuluhan                Konseling                            Psikoterapi
Edukatif                                               Edukatif                                                 Suportif terfokus
Suportif                                                Suportif                                                  Rekonstruktif
Problem Solving                                Membantu  pemecahan                   Penekanan analisa: kedalaman
Hubungan tidak setara                    masalah situasional & perkemb.    Fokus: pada masa lalu
Membantu individu yang                 Ranah kesadaran                                Penekanan pada disfungsi &
kurang memiliki pengalaman        Penekanan pada individu normal   masalah emosional yang parah
                                                               Fokus: saat ini
(Brammer, Abrego, & Shostrom, 1993)
          
·        TUJUAN
a. treatment terhadap masalah emosional
b. menghilangkan, mengubah, memperlambat simtom
c. memahami pola perilaku yang terganggu
d.  meningkatkan pertumbuhan & perkembangan pribadi yang positif.

·        KARAKTERISTIK DALAM PSIKOTERAPI
1.   Minimal terdiri atas 2 partisipan, salah satunya seorang yang terlatih & ahli mengatasi problem psikologis dan masalah lain yang terkait.
2.   Hubungan yang ada bersifat psikoteraupetik, terjadi secara alamiah & bertujuan sesuai kaidah/ metode psikologi tertentu untuk perubahan yang diharapkan klien.
3.   Metode yang digunakan berdasar adanya teori terkait dengan masalah-masalah psikologis & keluhan spesifik klien .
4.   Berdasar pendekatan teoritik, terapis menggunakan teknik-teknik tertentu.
(Nietzel, 1998).

·        TEKNIK DALAM PSIKOTERAPI
a. Membantu mengembangkan insight
    à   membantu klien memahami masalah yang sebenarnya dialami & mencari penyebabnya.
           Misal: Psikoanalisa – analisa mimpi
b. Mengurangi ketidaknyamanan emosional
    à membantu klien menstabilkan emosinya, mengurangi distress, dan menguatkan emosi positif klien.
    Alur :
    -  mengenali & mengekspresikan emosi
    -    mengendalikan emosi – mengarah pada perilaku yang bermanfaat
    -    rekonstruksi emosi yang dimiliki (tambah info, modifikasi tujuan)
    -  memunculkan emosi-pikiran-perilaku yang serasi
    -    memodifikasi emosi yang menjadi sebab perilaku maladaptif.  
c.  Menyediakan informasi baru
     à sisi edukatif dalam psikoterapi
         menambah wawasan, merubah cara pandang.
d.  Memberikan tugas-tugas di luar sesi terapi
     à transfer perubahan positif ke dalam dunia nyata
         Misal: mempelajari keterampilan baru
         (di luar sesi terapi perilaku-kognittif)
e.  Mengembangkan keyakinan, harapan & ekspetansi terhadap perubahan
     à    keterampilan terapis baik secara performa & rasional meyakinkan klien bahwa terapi akan efektif mengatasi masalahnya
     à    keterampilan terapis meningkatkan harga diri klien, untuk mampu melakukan perubahan. 



f.  Mendukung katarsis
à mendukung klien mengekspresikan emosi yang sebenarnya & membiarkan emosi yang terpendam diungkapkan dengan mudah/ tanpa hambatan selama sesi terapi.

·        LEVEL DALAM PSIKOTERAPI
1. Psikoterapi Suportif
    Tujuan: memperkuat perilaku penyesuaian diri yang sudah baik, memberi dukungan psikologis bagi klien.
2. Psikoterapi Re-edukatif
    Tujuan:      mengubah cara pikir &/ perasaan klien agar klien dapat berfungsi lebih efektif.
    à mengkaji ulang keyakinan, mendidik agar memiliki pemahaman baru.
3. Psikoterapi Rekonstruktif
    Tujuan:  mengubah seluruh kepribadian klien
à   menggali ketidaksadaran, analisa defens yang patologis, memberi pemahaman pada klien tentang proses tak sadar.

·        PENDEKATAN DALAM PSIKOTERAPI
A. PSYCHODYNAMIC THERAPIES
    Tujuan :
-      Insight intelektual & emosional terhadap penyebab dari masalah klien
-      Eksplorasi yang mengarah pada insight
-      Memperkuat ego dalam mengendalikan id & super ego
     Contoh Terapi :
                    -  Asosiasi bebas    
                    -  Analisis mimpi
                 à penggunaan analisis: perilaku sehari-hari, resistance, dan transference.

B. BEHAVIORAL & COGNITIVE-BEHAVIORAL   THERAPIES
     Tujuan :
-      Modifikasi perilaku maladaptif langsung baik dari segi kognisi, emosi, dan fisiologis
-      Masalah yang di treatment adalah masalah saat ini
     Contoh Terapi Perilaku :
-      Systematic Desensitization
-      Exposure Technique – Flooding
-      Social Skill Training – Assertive training, dll
-      Modeling
-      Aversion Therapy
-      Contingency Management - konsekuensi
     Contoh Terapi Kognitif-Perilaku :
            -  Beck’s Cognitive Therapy
            -  Rational Emotive Behavior Therapy
            -  Dialectical Behavior Therapy
               -  Relapse Prevention

C. PHENOMENOLOGICAL/ EXPERIENTAL THERAPIES
     Tujuan :
-      Klien belajar mengambil tanggung jawab & memahami perasaannya dalam berperilaku
-      Memahami diri secara positif
-      Jujur & terbuka mengenai diri
      Contoh :   
-      Client-centered Therapy
-      Gestalt Therapy – role playing, empty chair, dll
-      Logotherapy

·        MACAM PSIKOTERAPI BERDASAR SUBJEK
Teknik dalam melakukan psikoterapi, seringkali dapat dibedakan berdasar jumlah subjek dan kedudukan peran subjek, meskipun dalam tiap sesi-nya dapat saja masing-masing subjek mendapat penugasan atau sesi terpisah.
a. Individual
    à tujuan dalam terapi ini murni untuk kepentingan satu orang klien.
b. Pasangan/ Couple
    à   sering dikenali sebagai Marital Therapy, yang bertujuan memahami dan memperbaiki interaksi dalam suatu hubungan yang lebih intim.
c. Kelompok
   à Bukan sekedar terapi yang diberikan pada sekelompok individu. Diperkenalkan oleh Joseph Pratt (Boston) sejak awal tahun 90’an.
   à Memiliki tujuan memperbaiki kemampuan seseorang dalam bidang tertentu, melalui interaksi dalam satu kelompok yang memiliki kesamaan problem.
   à Standar dalam terapi kelompok:
-      Berbagi informasi
-      Mengembangkan harapan positif
-      Kebersamaan
-      Saling membantu (altruism) à makna hidup
-      Pembelajaran interpersonal
-      Kekeluargaan
-      Kohesif à meningkatkan kepercayaan diri klien
d. Keluarga
 à Bertujuan mengubah pola interaksi antar anggota keluarga untuk memperbaiki masalah dalam keluarga tersebut.

D.  ALUR UMUM DALAM INTERVENSI KLINIS
1. Pertemuan awal
    à Identifikasi klien, simtom, dan keluhan
2. Assessment
    à Menggali data/ info sesuai tujuan kedatangan klien
    à Metode: observasi, interviu, tes, dokumentasi
3. Tujuan Intervensi
    à dilakukan setelah integrasi data assessment
   à ditentukan bersama klien/ pihak terkait.
4. Implementasi Terapi
    Mirip dengan kontrak kerja/ sosialisasi program (membicarakan: waktu, sasaran, tujuan program).
5. Pelaksanaan
    à penggunaan teknik-teknik intervensi tertentu.
    à perlu memperhatikan skill klinisi dalam melakukan intervensi

6. Evaluasi
    à terhadap pencapaian, program, & rencana tindak lanjut.
    à biasanya berbentuk research based on cases.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thank you